Senin, 11 Agustus 2014

Perjuangan Bangsa Indonesia Setelah Abad ke-20

      Sekarang perjuangan bangsa Indonesia suda tidak dipimpin oleh raja atau bangsawan lagi seperti Pangeran Diponegoro (bangsawan), Teuku Umar (bangsawan), Sultan Hasanuddin (raja), Si Singamagaraja IX (raja). Karena perlawanan bertumpu pada kharisma pemimpin, maka tatkala pemimpin tewas atau tertangkap, perlawanan akan berhenti. Sesudah abad ke-20 perjuangan dipimpin oleh golongan terpelajar (cendekiawan). Pemberian kesempatan bagi pribumi untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda pada awal abad ke-20 dimaksudkan untuk memperoleh tenaga kerja murah, namun justru melahirkan golongan cendekiawan yang kemudian memimpin perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Mereka adalah Sutomo, Suardi Suryaningrat, Soekarno, Moh. Hatta, Sahrir, dan lain-lain. Karena perjuangan melalui organisasi modern menerapkan sistem kaderisasi, maka meski pemimpin tertangkap dan dipenjara, perlawanan tetap berlanjut.
Sebelum abad ke-20 perlawanan masih bersifat kedaerahan. Masing-masing pemimpin mempertahankan wilayah kekuasaannya. Sesudah abad ke-20 sudah bersifat nasional, yaitu perjuangan tidak lagi bersifat nasionalisme sempit, namun perjuangan ditujukan untuk mencapai Indonesia Merdeka. Munculnya kata “Indonesia” sebagai identitas bangsa menyatukan berbagai suku, agama, dan budaya yang ada di Nusantara untuk bersatu padu mengusir penjajah.

Sumber :
http://brainly.co.id/tugas/19967
www.tuanguru.com

Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Penjajah Sebelum Abad 20



1).     Perjuangan melawan Penjajah Portugis

Perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah ini berlangsung di seluruh wilayah nusantara terutama di daerah-daerah yang menjadipusat-pusat kekuasaan penjajah. Perjuangan pertama menentang penjajah dilakukan bangsa Indonesia terhadap penjajah Portugis. Perjungan ini dilakukan oleh rakyat Mlaka, Johor, Demak, Aceh. Malaka, dan Sunda Kelapa.
a.      Perjuangan Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 rakyat malaka dibawah pimpinan Satuan Mahmud Syah I melaksanakan perlawanan terhadap Portugis. Namun pada akhirnya pasukan malaka ini kalah dan pada tahun 1511 Malaka Jatuh ketangan Portugis, dan pada tahun 1526 pulau  Ninta diserbu oleh portugis. Sultan Mamud Syah I kemudian lari ke Kampar hingga wafatnya pada tahun 1528.
b.      Perjuangan Rakyat Johor
Rakyat Johor melakukan perlawanan Portugis mulai tahun 1530. Perjuangan ini kemudian dilanjutkan oleh Abdul Jalil Syah I (1580-1597) yang dapat menagkis serangan Portugis.
c.      Perjungan Rakyat Demak
Dibawah pimpinan Dipati UnusPasukan Demak (Jawa Tengah) pada tahun 1512-1523 melakukan perlawanan terhadap portugis. Dengan di bantu oleh armada aceh, palembang dan bintan. Namun usaha ini tidak membuahkan hasil.
d.      Perjuangan Rakyat Maluku
Ketika Portugis berhasil menaklukan Malaka Utara, sebagai penghasil rempah-rempah pada tahun 1912 Portugis melakukan hubungan dagang dengan Sultan Hairun dari Ternate tapi Portugis berusaha memonopoli perdagangan, menindas rakyat serta memeras rakyat, dan juga menyebarkan agama kristenn dengan terpaksa, oleh sebab itu rakyat Maluku terdorong untuk melakukan perlawanan dan juga dengan terbunuh Sultan Hairun oleh Portugis maka rakyat Ternate semakin marah dibawah pimpinan putera Sultan Hairun yaitu Sultan Baabullah Tidore, Trenate dan Halmahera bersatu padu melawan portugis pada tahun 1570-1575 dan pada tanggal 28 Desember 1577 Ternate berhasil mengusir Portugis.
e.      Perjuangan Rakyat sunda Kelapa
Dipimpin oleh fatahillah atau faletehan yaitu seorang ulama dari demak rakyat di Sunda Kelapa melakukan perlawanan terhadap Portugis, dan pada tahun 1527 portugis terkalahkan,portugis terusir ke malaka.saat itu fatahillah diberi gelar jayakarta yang berarti kemenangan akhir,setelah itu kerajan banten berdiri.
2).     Perjuangan menentang penjajah belanda
Perjuangan bangsa menentang penjajahan belanda sudah dimulai pada awal abad 17 sampoai awaln abad 20,perjuangan ini terjadi dimana-mana diseluruh Nusantara. Dalam point ini kami hanya akan menjelaskan beberapa dari sekian banyak perjuangan bangsa,yaitu perang Diponegoro, perang padri, dan peperangan oleh rakyat Aceh.
Perang Diponegoro. Perang ini dipimpin oleh pangeran Diponegorgo,yaitu merupakan anggota kerajaan Yogyakarta. Namun semenjak terjadi perselisihan di antara keluarga yang juga dicampuri oleh  Belanda ia bresama neneknya pindah ke Tegalrejo, desa di Yogyakarta. Dilar itu rakyat sangat menaruh harapan pada Pangeran Diponegoro karena kewajiban kerja dan membayar pajak oleh Belanda,juga sikap raja yang mengizinkan penyewaan tanah pada pihak swasta.
            Perang ini diawali oleh persengketaan antara Pangeran dan Belanda. Persengketaan ini terjadi karena  pada tanggal 20 juli 1825 pemasangan tonggak-tonggak jalan yang dipasang Belanda ke tanah Tegalrejo tidak diizinkan oleh Pangeran, sehingga membuat amarah pada Diponegoro dan rakyatnya.
Belanda kemudian melakukan serangan terhadap pasukan Diponegoro,maka mulailah perang yang dikenal perang Diponegoro. Dengan dukungan dari pihak yang luas,yaitu para petani, pangeran dan para ulama, seorang ulama besar yaitu Kyai Mojo bergabung dengan Diponegoro, dan juga seorang bangsawan yaitu sentot Alibasyah Parwirodidjo. Yang kemudian menjadi panglima utamanya.
Pada permulaan perang, pasukan Diponegoro berhasil merebut beberapa daerah. Pada wal perang ini kekuatan belanda memang tidak besar sehinggga banyak merugikan belanda. Pada tahun 1825 sampai 1827 pasukan Diponegoro selalu unggul dalam perang. Bahkan Jenderal De Kock pernah menawarkan perdamaian, tapi tidak diberi tanggapan sehingga belanda menyediakan sayembara dengan hadiah uang 20 ribu ringgit bagi siapapun yang bisa menagkap Diponegoro hidup atau mati namun gagal karena rakyat tetap setia pada Pangrean Diponegoro.
Mulai tahun 1827 Belanda menggunakan taktik ”Benteng stelsel” yaitu dengan membuat benteng yang saling berhubungan di setiap daerah yang berhasil dikuasai sehingga mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro, taktik ini membawa hasil dengan menyerahnya panglima Diponegoro yaitu Sentot Alibasyah dan Pangeran Mangkubumi, kemudian belanda berusaha lagi untuk membujuk Diponegoro guna mengadakan perundingan pada tanggal 28 Maret 1830. Namun perundingan ini merupakan siasat licik jenderal de kock yang berakhir dengan dutangkapnya Pangeran Diponegoro. Karena itu sejak awal 1830 perlawanan semakin melemah.
Pada tanggal 3 Mei 1830 Ia diasingkan ke Manado. Tahun 1834 dipindahkan ke Ujungpandang sampai wafatnya tangtgal 8 Januari 1855.

Perang Padri : Perang Padri terjadi di Minangkabau Sumatera Barat, yang bermula dari pertentangan dua pihak yaitu anatara kaum Padri dengan kaum adat. Kaum padri atau kaum ulama melakukan gerakan perbaikan keadaan masyarakat di Minangkabau agar kembali kepada ajaran islam yang murni, gerakan kaum padri ini ternyata mendapatkan reaksi keras dari kaum adat yang terbiasa oleh kebiasaan buruk mereka. Perang saudara dimanfaatkan betul oleh belanda terutama sesudah kaum adat yang meminta bantuan kepadanya. Akhirnya Belanda campur tangan dalam peperangan ini. Namun, tuuan Belanda bukan hanya melawan kaum Padri, tetapi untuk menanamkan kekuasaannya di Minagkabau. Pada tanggal 18 Pebruari 1821 perang Padri melawan Belkanda di mulai, perang padri terbagi kedalam tiga masa. Yaitu ; Tahun 1821 -1825 ditandai dengan meluasnya rakyat. Masa kedua Tahun 1825-1830 yang ditandai dengan meredanya pertempuran karena belanda melakukan perjanjian dengan kaum Padri yang lemah. Masa ketiga Tahun 1830-1838 yang diakhiri dengan tertangkapnya para pemeimpin Padri.
Salah satu kekeuatan perlawanan kaum padri adalah di Bonjol yang di pimpin oleh Tuanku Imam Bonjol kemudian belanda mendatangkan pasukan dari Batavia dengan bantuan ini belanda dapat menguasai beberapa daerah kaum padri. Tahun 1834 Belanda menyerang Bonjol, mulai tahun 1835 Belanada mengarahkan pasukannya untuk mengalahkan kaum padri di Bonjol karena itu pasukan Padri semakin terjepit oleh Belanda namun selam tahun 1836 kekuatan Padri belum terapatahkan.
Pada bulan Oktober 1837Belanda menyerang Benteng Bonjol yang pada akhirnya benteng tersebut adpat dikuasai. Dan pada tanggal 25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol dan pasukannya menyerah pada belanda. Imam Bonjol kemudian dibuang oleh belanda ke Cianjur dan dibuang lagi ke Ambon dan dipindahkan lagi ke Menado dan Wafat disana yaitu pada tanggal 6 Nopember 1864. secara umum perlawanan kaum padri dapat dipatahkan pada tahun 1838.

Perang Aceh yang terjadi pada bulan Maret 1873 belanda meminta Sultan Aceh yaitu Sulatan Muhammad Daud Syah untuk menagkui kedaulatan Hindia Belanda namun ditolak akhirnyta pada tanggal 26 Maret 1873 datang maklumat perang dari Belanda. Maka dimuailah perang rakyat Aceh.
Pada bulan April 1837 belanda menyerang ke kerajaan Aceh namun mengalami kegagalan. Pada bulan Desember 1873 Belanda melakukan serangan kedua yang lebih besar, namun pada ahkirnya belanda berhasil memukul pasukan Aceh sehingga istana Aceh pun jatuh ke tangan Belanda namun rakyat Aceh masih merasa merdeka dan gigih mempertahankan kemerdekaannya.
Belanda kemudian mengirin Dr. Snouck Hurgronje yang faham tentang agama islam atas nasihatnya belanda mulai menaklukan Aceh dengan cara memecah belah kekuatan masyarakatnya, tanggal 11 Pebruari 1899 Belanda menyerang markas pertahanan Teuku Umar dan gugurlah Ia. Perjuangannya diterusakan oleh isterinya Cut Nyak Dien yang kemudian juga dapat ditangkap oleh Belanda. Pada tahun 1906 dibuang ke Sumedang. Semenatara itu Sultan Alaudin Muhammad Daud Syah menyerah pada tanggal 20 Januari 1903 dan pada tanggal 6 September 1903 Panglima Polem akhirnya menyerah juga. Maka, dengan kejadian ini berarti pemerintah Hindia Belanda telah menanamkan kekuasaannya di Aceh.

 Sumber
Samlawi, Fakih dan Maftuh, Bunyamin. 1998. Konsep Dasar IPS. Bandung: Depdikbud

Syah, Nurdin. 1995. Sejarah Pergerakan Kebangsaan. Bandung: Rosda.
Muhammad Dodi Tisna. 2008. Makalah Perjuangan Bangsa Indonesia 

Penjajahan Bangsa Barat di Indonesia



1).  Penjajahan Portugis (1511-1575)
Pada tahun 1511 bangsa Portugis yang dipimpin oleh Admiral Alfonso D’ Albuquerque mulai menancapkan kuku penjajahannya di tanah air dan menaklukan malaka, yang merupakan wilayah bagian nusantara. Sjak saat itulah mereka milai memperkuat kekuasaannya di Nusantara, dengan dikuasainya malaka maka semakin terbukalah jalan untuk menguasai dareah-daerah yang ada di Nusantara yang klaya akan rempah-rempahnya, yang pada saat itu merupakan barang yang sangat mahal di Eropa. Satu demi satu kerajaan di Nusantara mulai ditaklukan oleh Portugis. Setelah itu pada tahun 1521 Portugis sampai di Ternate dan pada tahgun 1575 Tidore telah dikuasainys, Portugis yang pada awalnya hanya mencari rempah-rempah ke dunia Timur, akhirnya mereka malah menaklukan, menguasai dan menjajah bangsa yang ada di Nusantara ini.

2).  Penjajahan Spanyol (1522-1529)
Armada Spayol yang tadinya berangkat dari negerinya ke arah barat ternyata pada akhirnya samapai juga di dunia Timur, Filipina merupakan bangsa pertama yang didatangani oleh Spanyol yakni pada tahun 1521, kemudian tahun berikutnya tepatnya pada tahun 1522 Bangsa Spanyol telah sampai di Tidore, hal ini memang tidak di duga sebelumnya karena Spanyol dan Portugis yang semula berangkat bertentangan arah akhirnya sampai juga di Maluku, pada tahnggal 22 April 1529 pihak Portugis dan Spanyol membuat suatu perjanjian yang dinamakan Saragosa hal ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan kekuasaan yang berkepanjangan yang perjanjiannya itu berisikan bahwa Portugis menguasai wilayah Nusantara sampai ke Irian, sedangkan Spanyol wilayah kekuasaannya yaitu meliputi daerah sebelah timur Irian termasuk Filipina terus sampai ke Timur. Berdasarkan perjanjian tersebut maka Spanyol harus keluar dari wilayah indonesia, dan wilayah nusantara ini kemudian berada sepenuhnya dibawah kekuasaan Portugis.

3).  Penjajahan Belanda (1596-1942)
Pada tahun 1596 Armada dagang belanda yang di pimpin oleh Cornelis de Houtman pertama kali sampai ke kepulauan Nusantara yang pada saat itu berlabuh di Banten. Dan Banten pada saat itu merupakan Kerajaan yang besar, seperti halya Portugis kedatangan Belanda ke Nusantara juga pada mulanya hanya sekedar untuk mencari remmpah-rempah dan juga untuk berdagang, namun pada akhirnya seperti halnya Porugis, Belanda juga menguasai serta menjajah Indonesia yang berlasngsung kurang lebih 350 tahun.
            Dalam rangka untuk mengurusi kepentingan dagannya, maka pada saat itu belanda memebntuk suatu persekutuan dagang yang kita kenal dengan VOC (Vereeningde Oost-Indische Compagnie) atau persatuan dagang India Timur, yang orang Indonesia lebih sering dikenal dengan Kompeni. Yang dalam hal ini pemerintah belanda yang membantu persekutuan ini, dan VOC inilah yang kemudian menguasai sertamengeksploitasi ekonomi di Indonesia dari tahun 1602-1799. VOC yang mempunyai kekuasaan memonopolo  perdagangan ini juga memiliki kekuatan militer untuk menghadapi perlawanan dan persaingan dagang.
            Pada tahun 1619, yaitu pada waktu terjadi perselisihan antara Pangeran Jayakarta dan Banten dengan Belanda, pada saat itu Jayakarta di bakar serta yang kemudian di bangunlah sebuah kota diatas puing-puing kota jayakarta tadi yang dinamakan dengan Batavia.
            Pada tahun 1799 kekuasaan Belanda diambil alih oleh pemerintah Belanda dari VOC , karena pada saat itu VOC mengalami kebangkrutan serta kerugian yang sangat besar yang kemudian persekutuan ini pun dibubarkan, maka sejak tahun 1799 kekuasaan Belanda secara resmi dikuasai oleh Pemerintah Belanda.


4).  Penjajahan Perancis (1807-1811)
Sebenarnya perancis tidak secara langsug menjajah Indonesia namun pada saat itu hanyalah menjajah secara tak langsung. Hal ini berkaitan dengan kalahnya belanda oleh Perancis dalam peperangan negaranya. Battafsche (1799-1807) dihapuskan oleh kaisar Perancis yaitu Napoleon Bonaparte yang kemudian diganti dengan Koningkrijk Holland (Kerajaan Belanda), dibawah kekuasaan adiknya Bonaparte yaitu Raja Loeis Napoleon.
Sehingga akhirnya indonesia menjadi daerah jajahannya Koningkrijk Holland, yang berarti secara tidak langsung Indonesia mejadi daerah jajahan Perancis. Yang pada masa ini Gubernur Jenderal Daendles dikirim ke Indonesia.

5).  Penjajahan Inggris (1811-1816)
Pada tahun 1811 Armada Inggris yang di pimpin oleh Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles menyerang Hindia Belanda dan menaklukan Batavia, pada saat itulah kekuasaan Indonesia jatuh ketangan Inggris. Penjajahan ini tidak berlangsung lama hanya enam tahun, hal ini dikarenakan adanya perjanjian Convention of London yang isinya itu memtuskan daerah kekuasaan belanda yang dikuasai oleh Inggris harus dikembalikan ke Belanda lagi, peristiwa ini berkaitan dengan kalahnya Napoleon Bonaparte dalam pertempuran di Leipzing, yang kemudian pada saat itu Pemimpin Inggris yakni Letnan Gubernur John Fendhal harus menyerahkan kekuasaannya kembali ketangan Belanda.

6).  Penjajahan Belanda kedua (1816-1942)
Berdasarkan perjanjian  Convention of London tahun 1814 akhirnya belanda berkuasai kembali di Indonesia, penjajahan serta pengeksploitasian manusia serta sumber dayanya semakin gencar dilakukan oleh pihak Belanda, ada masa pada saat itu belanda melaksanakan sistem tanam paksa dan ada masa juga dimana modal-modal swasta leberal masuk ke Indonesia dan ada pula masa penerapan politik.
            Penjajahan belanda pada periode kedua ini tidak berlangsung selama 26 tahun. Suatu masa yang lama, yang kemudian penjajahan belanda ini pun berakhir setelaha balatentara Jepang yang di pimpin oleh Jenderal Imamura berhasil menaklukan Belanda tanpa syarat, dan berarti pada akhirnya yaitu pada tanggal 10 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang, yang pada saat itu Gubernur Jenderal tjarda van Starkenborgh Strchouwer dan Letnan Jenderal Ter Poorten menyerah tanpa syarat kepada Jenderal Imamura di daerah Kali Jati, Subang, Jawa Barat.
            Dengan menyerahnya Belanda Kepada Jepang dengan ini berarti penjajahannya terhadap Indonesia  beralih juga, seperti halnya Belanda, Jepang juga menjajah Indonesia dengan cara yang keji dan tidak kalah kejamnya yang kemudian banyak terjadi perbudakan dan kerja paksa.

Daftar Pustaka :
Bernard H. M. Vlekke, 2010,  Nusantara;Sejarah Indonesia (terj. Samsudin Berlian), Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia & Freedom Institut
Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, 2008,  Sejarah Nasional Indonesia IV (Kemunculan Penjajahan di Indonesia), Jakarta : Balai Pustaka
Marwati Djoenet Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, 2008,  Sejarah Nasional Indonesia V (Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda), Jakarta : Balai Pustaka
M. C. Ricklefs, 2008, Sejarah Indonesia Modern;1200-2004 (terj. Satrio Wahono dkk), Jakarta : Serambi


Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia



1.      LATAR BELAKANG KEDATANGAN BANGSA EROPA KE NUSANTARA
 Berawal dari jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.

 

A.    Kedatangan Bangsa Portugis
Portugis datang ke Nusantara dengan latar belakang ingin mencari sumber rempah-rempah, dan menyebarkan agama Katolik. Dimana pada abad ke 14 rempah-rempah merupakan komoditi yang penting di Eropa.  Setelah Konstatinopel Jatuh ketangan Turki Utsmani pada  1453 Portugis berupaya menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa yang berpusat di kota Lisbon. Dengan kata lain bangsa Portugis hendak memonopoli perdagangan rempah di Eropa sehingga memberikan keuntungan yang besar.1
Pada tahun 1497, Vasco da Gama sampai di India. Pada tahun 1503, Albuquerque berangkat menuju India. Pada tahun 1510, ia menaklukkan Goa, dan pada tahun 1511, menaklukkan Malaka. Portugis datang ke Nusantara dengan dimulai menaklukkan Malaka pada 1511 dibawah pimpinan Afonso deAlbuquerque. Portugis hendak menjadikan Malaka menjadi pangkalan militer untuk menahan serangan orang melayu.2 Selain  itu Alfonso memerintahkan kapal-kapal untuk berlayar mencari “kepulauan rempah” yakni Maluku. Francisco Serrao pada tahun 1512 mengadakan penyelidikan mengenai kepulauan rempah. Selain mengadakan penyelidikan dia juga membantu  untuk menghadapi musuh yang menyerang sehingga menyebabkan dirinya disukai oleh penguasa setempat. Portugis berhasil bekerjasama dengan Ternate, sehingga Portugis dapat memonopoli perdagangan rempah di Ternate.3
B.     Kedatangan Bangsa Spanyol
            Latar belakang kedatangan Spanyol ke Nusantara tidak jauh berbeda dengan latar belakang kedatangan bangsa Portugis, yakni ingin mencari sumber rempah-rempah, menyebarkan agama Katolik. Dalam pembagian wilayah pelayaran antara Spanyol dan Portugis ditentukan berdasarkan Perjanjian Thordesillas.
            Ekspedisi pelayaran bangsa Spanyol untuk menemukan Kepulauan Rempah melalui jalur ke arah barat dilakukan oleh armada Magellan.
Magellan pada tahun 1519 memulai pelayarannya dari Spanyol, dengan lima kapal hitam berlayar dari pelabuhan Sanlucar de Barrameda dengan awak berjumlah 270 orang. Mereka berlayar ke arah barat melewati Samudera Atlantik kemudian berlayar menyusuri ujung selatan Benua Amerika. Hal ini merupakan rute yang berbeda dari pendahulunya Colombus, yang mana Colombus hanya mencapai Karibia tidak mencapai Hindia yang sebenarnya. Magellan dan para awaknya memasuki Samudra Pasifik pada 28 November 1520 yang menyisakan tiga dari lima kapal saat pertama berlayar.4
            Selama empat belas minggu, mereka merayap ke utara dan ke barat sambil terombang-ambing arah angin yang berubah-ubah. Akhirnya mereka sampai di Filipina pada tahun 1521 dengan Magellan yang kehilangan nyawanya.5 Perjalanan armada Spanyol ini terbilang kurang berhasil karena hasil yang didapat berupa rempah-rempah tidak sebanding dengan jumlah nyawa, perbekalan, dan waktu yang dihabiskan untuk ekspedisi tersebut. Dari Filipina dengan sisa-sisa ekspedisi Magellan mereka berlayar ke arah Maluku, lalu di Maluku mereka mencoba berusaha mendekati penguasa setempat, dalam hal ini Kerajaan Tidore. Selain itu mereka juga berperang melawan Portugis yang bekerjasama dengan Kerajaan Ternate.
C.    Kedatangan Bangsa Belanda
           
Pada akhir abad ke-16, bangsa Belanda dibawah tekanan yang besar berusaha melebarkan sayapnya ke seberang lautan. Perang kemerdekaan Belanda melawan Spanyol membawa perubahan yang besar. Dahulu, bangsa Belanda bertindak sebagai perantara dalam menjual rempah-rempah secara eceran dari Portugis ke Eropa bagian utara. Menyatunya takhta Spanyol dengan Portugis pada 1580 mengacaukan jalur mereka untuk mendapatkan rempah-rempah dari Portugis, hal ini mendorong mereka untuk mencari sendiri sumber rempah-rempah tersebut, dalam hal ini adalah Asia.6 Bangsa Belanda berlayar ke Nusantara menggunakan petunjuk dari Jan Huygen van Lin-schoten seorang Belanda yang awalnya bekerja pada Portugis. Dia menerbitkan bukunya Iti-nerario naer Portugaels Indiesn (Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis), yang memuat peta-peta dan deskripsi terperinci mengenai penemuan-penemuan Portugis. Dari buku itu bangsa Belanda dapat mengetahui kekayaan Asia dan problem-problem bangsa Portugis di sana.7 Oleh sebab itu, bangsa Belanda meningkatkan penyempurnaan konstruksi kapal dan persenjataan mereka.
            Pada 1596, pelayaran Belanda yang dipimpin de Houtman tiba di Banten, yang merupakan pelabuhan lada terbesar di Jawa Barat. Pada 1597, mereka kembali ke Belanda dengan membawa cukup banyak rempah-rempah di atas kapal mereka. Setelah itu, banyak perusahaan-perusahaan ekspedisi Belanda bersaing untuk mendapatkan rempah-rempah di Indonesia. Pada 1598, 22 buah kapal milik lima perusahaan yang berbeda mengadakan pelayaran. Pada bulan Maret 1599, armada di bawah pimpinan Jacob van Neck tiba di “Kepulauan Rempah” Maluku, kapal-kapalnya kembali ke Belanda pada 1599-1600 dengan membawa rempah-rempah yang cukup banyak dan keuntungan sebanyak 400 persen. Terjadi persaingan antar perwakilan dagang Belanda yang mengakibatkan naiknya harga, sementara meningkatnya pasokan menyebabkan turunnya keuntungan yang diperoleh. Pada 1598, parlemen Belanda mengajukan usulan agar perseroan-perseroan yang saling bersaing tersebut bergabung ke dalam suatu kesatuan. Pada 1602, perseroan-perseroan yang bersaing itu akhirnya tergabung membentuk Maskapai Hindia Timur, VOC.

Sumber :

Catatan Akhir :
1 M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta:  PT Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 41
2 M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta:  PT Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 43
3 M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta:  PT Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 45
4 Jack Turner. Sejarah Rempah; Dari Erotisme sampai Imperialisme. (Jakarta: Komunitas Bambu, 2011), hlm. 35
5 Jack Turner. Sejarah Rempah; Dari Erotisme sampai Imperialisme. (Jakarta: Komunitas Bambu, 2011), hlm. 36 6. M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta:  PT Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 49
7 M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta:  PT Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 49